Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Politisi Demokrat Gede Pasek Suardika meminta Komisi Pengawas Demokrat
untuk memeriksa Syarief Hassan dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Sebab, keduanya telah memecat Pasek dari jabatannya sebagai anggota DPR
karena melanggar kode etik.
"Saya meminta Komisi Pengawas
memeriksa dua kader (Syarief Hassan-Ibas). Saya siap dengan semangat
puputan," kata Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1/2014)
Pasek
mempertanyakan pemecataan yang dilakukan DPP Demokrat kepadanya. Surat
pencopotan atau pergantian antar waktu (PAW) Pasek dari anggota DPR
ditandatangani oleh Ketua Harian Demokrat Syarief Hasan dan Sekjen
Demokrat Ibas.
Surat bernomor 01/EXT/DPP.PD/1/2014 itu menyebut
Pasek melanggar Kode Etik Demokrat. Disebutkan pula pengganti Pasek di
DPR adalah Putu Supadma Rudana.
"Tolong tunjukkan di mana saya
salah. Di atas politik ada kemanusiaan. Apa salah saya bersahabat dengan
teman saya. Justru saya kritis untuk menyehatkan partai yang disebut
politik sengkuni," katanya.
Pasek kemudian menceritakan bahwa ia
memang menemani Anas Urbaningrum di KPK. Ia mengaku hanya duduk di lobi
dan mengantarnya kedalam tahanan.
Menurut Pasek, selama ini juga tidak pernah ada larangan untuk berteman dengan Anas.
"Saya
berteman akrab dengan Anas baru. Jumat saya ketemu Anas, Senin sudah
keluar surat. Saya justru tidak mau menimbulkan persepsi yang
menginginkan Anas masuk ke tahanan. Urusan pidana kan pribadi. Berapa
teman Anas yang ikut nganter? Harusnya semua kena sanksi," ungkapnya.
Pasek
juga mengungkapkan adanya sejumlah pengurus di daerah yang ikut dipecat
karena berkomunikasi dengan Anas. "Mereka diperlakukan tidak dengan
organisatoris," kata Pasek.

0 Response to "Pasek: Syarief Hassan dan Ibas Harus Diperiksa"
Posting Komentar